PESAWARAN, INC MEDIA – Upaya bentengi generasi muda dari pengaruh negatif terus digencarkan jajaran kepolisian di wilayah Kabupaten Pesawaran. Senin pagi, 19 Januari 2026, Kasubsektor Negeri Katon Polsek Gedong Tataan, Ipda Sunardi, turun langsung ke sekolah dengan menjadi pembina upacara di UPTD SMPN 18 Pesawaran, Desa Karangrejo, Kecamatan Negeri Katon.

Kehadiran aparat kepolisian di lingkungan pendidikan ini menjadi langkah konkret untuk bentengi generasi muda dari ancaman kenakalan remaja yang kian kompleks. Upacara bendera yang dimulai pukul 07.30 WIB itu berlangsung khidmat dan diikuti ratusan siswa, dewan guru, serta jajaran sekolah.

BACA JUGA:Gudang BBM Ilegal Bandar Lampung Diduga Kebal Hukum, Aktivitas Penimbunan Terendus di Kawasan Padat Penduduk

Ipda Sunardi hadir didampingi Bhabinkamtibmas Bripka Istiono. Keduanya disambut langsung oleh Kepala UPTD SMPN 18 Pesawaran, Sri Astuti, M.Pd.I, bersama para tenaga pendidik.

Kasubsektor Negeri Katon Tekankan Bahaya Bullying

Dalam amanatnya, Ipda Sunardi menyoroti maraknya kasus bullying atau perundungan di kalangan pelajar. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar bercanda, melainkan perbuatan yang dapat meninggalkan luka psikologis mendalam bagi korban.

Bullying bisa merusak mental, menurunkan kepercayaan diri, bahkan berdampak panjang pada masa depan anak,” tegas Ipda Sunardi di hadapan peserta upacara.

Menurutnya, upaya bentengi generasi muda harus dimulai dari kesadaran setiap siswa untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menolak segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.

Judi Online Jadi Ancaman Nyata Pelajar

Selain bullying, Ipda Sunardi juga mengingatkan siswa tentang bahaya laten judi online yang kini menyasar anak-anak usia sekolah. Ia menyebut judi online bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menghancurkan masa depan pelajar.

“Judi online itu merusak mental, membuat kecanduan, dan bisa menyeret ke tindak kriminal lainnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, siswa juga diingatkan untuk menjauhi tawuran, narkoba, dan berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi membawa konsekuensi hukum serius.

Pencegahan Dini Demi Masa Depan Pelajar

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pencegahan dini yang terus dilakukan Polsek Gedong Tataan. Melalui program polisi masuk sekolah, aparat berharap dapat bentengi generasi muda dengan pemahaman hukum sejak dini.

Kapolsek Gedong Tataan menaruh harapan besar agar para pelajar mampu menjadi pelopor ketertiban, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Sekolah Apresiasi Program Polisi Masuk Sekolah

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut. Kepala Sekolah Sri Astuti menilai kehadiran polisi sebagai pembina upacara sangat membantu guru dalam menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab kepada siswa.

BACA JUGA:Sertijab Polres Pesawaran Perkuat Soliditas dan Kinerja Presisi

Sosialisasi yang disampaikan secara humanis diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang berakhlak, taat aturan, serta memiliki kesadaran hukum yang baik.

Hingga seluruh rangkaian upacara berakhir, kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Program ini akan terus berlanjut sebagai komitmen bersama dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif serta memastikan generasi penerus bangsa tetap berada di jalur positif.

Sumber: SiHumas Polres Pesawaran
Press Release No. 46/I/H.U.M.6.1.1./2026/SiHumas
Senin, 19 Januari 2026

Editor: Febriansyah


TAG

bullying pelajar, judi online, polisi masuk sekolah, kamtibmas pesawaran, pendidikan karakter, ipda sunardi