Wajah Baru Australia di Masjid Istiqlal
Kunjungan Menteri Anne Aly, simbol hubungan multikultural dua negara
JAKARTA, INC MEDIA — Wajah Australia kini berubah. Di bawah pemerintahan Partai Buruh, negeri kanguru itu menampilkan diri sebagai bangsa yang inklusif dan ramah terhadap keragaman etnis serta agama. Cerminan perubahan itu hadir dalam sosok Anne Aly, Menteri Pembangunan Internasional dan Multikultural Australia, yang mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Senin, 4 Agustus 2025.

Anne Aly adalah menteri muslimah pertama dalam sejarah Australia. Lahir di Alexandria, Mesir, pada 29 Maret 1967, ia dilantik tiga tahun lalu. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan Anak Usia Dini. Kini, ia memegang tanggung jawab lebih luas dalam isu-isu keragaman dan pembangunan internasional.
“Australia dan Indonesia memiliki hubungan lebih dari sekadar tetangga, kedua negara memiliki persahabatan yang panjang dan langgeng,” kata Anne dalam kunjungannya.
BACA JUGA : Ustaz Adi Hidayat Resmi Jadi Dosen Tetap Linguistik UPI
Di Masjid Istiqlal, Anne melaksanakan shalat sunnah dua rakaat, memukul bedug, serta menelusuri terowongan penghubung Istiqlal dengan Gereja Katedral, simbol kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Multikulturalisme dan Toleransi
Islam tumbuh dalam masyarakat Australia yang menghormati perbedaan
Anne Aly bukan satu-satunya muslim dalam kabinet. Ia bersama Ed Husic, Menteri Perindustrian, menunjukkan bahwa muslim kini menjadi bagian penting dari sistem pemerintahan Australia.
Meski umat Islam hanya sekitar dua persen dari populasi, kehadiran mereka diterima dengan baik. Di kota Fremantle, Perth, misalnya, sebuah gereja bahkan membuka ruang khusus untuk pelaksanaan shalat Jumat. Ini terjadi karena komunitas muslim setempat belum memiliki masjid yang memadai.
Interaksi yang saling menghormati ini mencerminkan semangat multikulturalisme Australia masa kini. Bukan ajaran Islam yang menyebabkan intoleransi, melainkan faktor ketidakadilan dan rendahnya akses pendidikan, yang kerap menjadi akar masalah di beberapa negara muslim.
BACA JUGA : Fadli Zon Imbau Fokus Kibarkan Merah Putih, Bukan Simbol Anime
Australia mencoba menepis citra lamanya yang kerap menyudutkan identitas Islam, termasuk dalam relasi dengan Indonesia. Kini, negara itu memilih menjalin persahabatan yang sejajar, berbasis pemahaman akan keragaman budaya dan keyakinan.**













