PLN Diminta Tanggap, Wujudkan Harapan Masyarakat Gunung Raya
- account_circle Haris
- calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
- print Cetak

Pringsewu (INC Media) — Meskipun mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, masalah minimnya penerangan jalan dan tiang listrik di Pekon Gunung Raya, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, masih menjadi sumber keluhan bagi masyarakat, terutama anak-anak yang kerap merasa terancam keselamatannya. Kondisi ini menjadi perbincangan hangat, dan masyarakat berharap PLN Pringsewu segera menunjukkan komitmennya untuk memenuhi kewajiban terhadap pelanggan, serta mewujudkan harapan mereka.
Banyaknya kritik tajam dari warga yang merasa terabaikan seolah menambah deretan kekecewaan terhadap respons dari pihak PLN. Saat dihubungi oleh awak media terkait keluhan masyarakat Pekon Gunung Raya, pihak PLN hanya memberikan jawaban singkat, “Lagi nunggu jawaban,” yang terkesan mengabaikan tuntutan publik.
BACA JUGA : Dinas Pendidikan Lampung Pastikan Penyerahan Ijazah Gratis, Evi Susina Imbau Orang Tua Tidak Khawatir
Kepala Teknisi ULP PLN Pringsewu, Arif Fauzan Serio Lago, menyampaikan bahwa mereka telah mengajukan keluhan dari masyarakat kepada pihak yang lebih berwenang, yakni Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) yang merupakan bagian dari PT PLN (Persero). Namun, ia mengakui bahwa kemampuan mereka terbatas hanya pada penyampaian keluhan dan belum bisa memberikan solusi konkret.
“Kami hanya bisa mengusulkan pengajuan agar menjadi prioritas, namun keputusan lebih lanjut ada di tangan pihak yang lebih tinggi,” jelas Arif saat dihubungi via WhatsApp, Kamis (13/2/2025).
Namun, kondisi yang dihadapi masyarakat Pekon Gunung Raya sangat mendesak, mengingat mereka sudah lama berjuang dengan infrastruktur yang tidak memadai. Toyim, Kepala Pekon Gunung Raya, menuturkan bahwa banyak wilayah yang masih gelap gulita pada malam hari karena minimnya daya listrik. Bahkan, masyarakat terpaksa mengandalkan kabel yang tersambung dari satu pohon ke pohon lain sebagai penyangga. Hal ini tentu saja sangat berbahaya, baik bagi anak-anak maupun kendaraan yang melewati jalan tersebut.
BACA JUGA : Manager PLN ULP Kalianda Komitmen Tingkatkan Pelayanan
Paris, Kepala Dusun Tiga Pagar Bukit, turut menambahkan bahwa selama lebih dari sepuluh tahun, dusun mereka hanya menggunakan tiang listrik seadanya. Meskipun masyarakat sudah berusaha melakukan swadaya untuk menambah tiang dan kabel, namun kondisi ini tetap tidak aman. Bahkan, beberapa kabel listrik yang menjuntai ke tanah sering kali menyebabkan kecelakaan, karena kendaraan besar tersangkut pada kabel yang terlalu rendah.
“Kami khawatir dengan keselamatan anak-anak yang sering lewat,” ungkap Paris.
BACA JUGA : Pemkab Pringsewu Diduga Abaikan Kebutuhan Infrastruktur Listrik di Kecamatan Pagelaran Utara
Salah satu warga, Subandi, juga mengungkapkan rasa khawatirnya akan keselamatan keluarganya.
“Kondisi ini sangat berbahaya, apalagi saat hujan dan angin kencang datang. Banyak pohon tumbang dan kabel terjatuh ke tanah. Kami terpaksa membeli kabel swadaya, tapi tetap khawatir dengan keselamatan anak-anak yang sering lewat,” ujarnya.
Dengan berbagai keluhan yang semakin membanjir, masyarakat Pekon Gunung Raya berharap PLN dapat lebih tanggap dan serius dalam menanggapi permasalahan ini. Mereka ingin PLN tidak hanya menunggu jawaban, tetapi benar-benar mewujudkan komitmen untuk memenuhi hak mereka atas layanan listrik yang aman dan memadai. Harapan besar pun muncul agar PLN dapat menjalankan kewajibannya terhadap pelanggan dan memberikan solusi nyata yang dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
(Doni)
- Penulis: Haris





