Breaking News
light_mode

Satu keluarga di Pesawaran tak pernah tersentuh Bantuan dari pemerintah Meski sering di Data

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
  • print Cetak

Pesawaran, INC Media — Di tengah pertumbuhan ekonomi yang pesat, masih ada sejumlah warga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mirisnya, nasib mereka tak pernah tersentuh bantuan yang seharusnya mereka terima, seperti yang dialami oleh Sugiono (39) warga Dusun Gunung Rejo, Rt04/Rw05, Desa Wiyono, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.

Download aplikasi PPOB termurah, mudah dan aman di Google Play Store, INC Pay

Padahal Pemerintah telah mengucurkan berbagai bantuan kepada warga miskin, Beberapa program bantuan yang disebutkan adalah Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), dan program bantuan beras sebanyak 10 kg

BACA JUGA : Akhirnya, Kades Dilamsel ditetapkan Sebagai Tersangka Atas Dugaan Kasus Asusila 

Berbagai jenis bantuan dari Pemerintah daerah maupun pusat disalurkan kepada masyarakat, namun diduga banyak yang tidak tepat sasaran. Ditengarai penyebabnya, data penerima bantuan tidak pernah diperbaharui atau diduga masih berkutat pada orang-orang dekat atau keluarga Ketua RT.

Hingga saat ini Sugiono hanya bisa pasrah menjalani hidupnya disebuah rumah Geribik berukuran 5X8 meter yang berpenghuni tiga jiwa dengan lantai terbuat dari semen yang banyak pecah dan terkelupas.

BACA JUGA : Nurul Hidayah Siap Perjuangan Nasib ribuan Guru Honorer Pesawaran

Sekadar diketahui, bantuan sosial dari Pemerintah Pusat maupun Daerah lebih banyak menyentuh warga yang mampu karena data yang digunakan berasal dari Ketua RT yang sulit dipertanggungjawabkan validasinya.

Dari pantauan awak media di lokasi, rumah Gribik yang hanya berlantaikan Semen itu menjadi saksi kehidupan keluarga Sugiono selama 30 tahun lebih. Sugiono menyebut bahwa belum pernah tersentuh bantuan baik dari Desa, pemkab pesawaran ataupun dari pemerintah provinsi.

”Sudah puluhan tahun, saya  tinggal di rumah ini, sampai sekarang belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah Pusat atau Pemkab Pesawaran maupun Provinsi Lampung. Boro-boro dari desa setempat,”ucap Sugiono dengan mimik kesal, kepada media ini, Selasa (24/12/2024).

Diceritakan Sugiono,sudah sering kali rumahnya, di data dan diambil fotonya oleh dinas dan dari pihak pegawai Desa, yang mengatakan untuk pengajuan bantuan Bedah Rumah, namun, menurutnya semua itu hanya iming-iming saja, nyatanya bantuan dari pemerintah  tak pernah didapat.

“Sampai detik ini, beritanya belum ada. Pernah waktu itu saya sampaikan kepada Pak RT, kenapa keluarga saya tidak mendapat bantuan baik berupa BPNT maupun bantuan dari dana desa atau bantuan bedah rumah. Sedangkan warga yang ekonominya jauh diatas saya mendapatkan bantuan tersebut. Dengan tidak masuk akal dan begitu entengnya pak RT mengatakan kamu (Sugiono,red) harus nikah dulu. Memangnya mendapatkan bantuan harus menikah dua kali,” beber Sugiono.

Diketahui, Sugiono adalah penduduk asli Desa Wiyono, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran. Puluhan tahun ia hidup di rumah yang jauh dari kondisi layak, hanya semangat dan harapan yang bisa membuatnya bertahan.

“Padahal di Desa Wiyono sini banyak keluarga yang sudah mampu tapi dia dapat bantuan Bedah Rumah dari pemerintah. Sedangkan saya yang ekonominya dibawah mereka, yang bekerja sebagai buruh ndak Dapat,” terang Sugiono.

Selain itu Sugiono juga merasa dipermainkan oleh pihak pemerintah desa setempat, karena sebelumnya rumahnya pernah di data oleh pegawai desa maupun dari dinas kabupaten setempat.

“Dan saya diminta melengkapi data kependudukan yang dinilai masih kurang lengkap guna pengajuan program sosial lainnya, namun setelah data-data kependudukan dirinya lengkap dan sudah di ajukan ke pihak Pemerintah Desa, bantuan tak kunjung ada,” papar bapak 1 anak ini.

“Semenjak Tinggal Disini , rumah kami pernah di data , dan kami diminta melengkapi data kependudukan, dan kami pun langsung mengurus ke Kantor Desa Wiyono dan sudah lengkap semua, namun kenyataannya bantuan dak ada juga turun,”tandasnya.

 

Sugiono menambahkan, Program rumah tidak layak huni (RTLH) merupakan upaya pemerintah Pesawaran untuk memperbaiki kondisi rumah agar layak sebagai tempat tinggal. Perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh (peremajaan) atau sebagian (pemugaran/renovasi).

BACA JUGA : Masyarakat Desak Kejari Pesawaran Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Dinas Kominfo

“Bukankah program Bedah Rumah tujuannya merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan ekstrem, ya seperti saya ini warga yang tergolong miskin,”pungkasnya.

Setelah berita ini diterbitkan media ini akan mengkonfirmasi pihak-pihak terkait. (Zainal)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Servis Motor Gratis, Polisi Gandeng 70 Driver Ojol di Kuningan

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUNINGAN, INC MEDIA – Servis motor gratis menjadi salah satu cara Polres Kuningan memperkuat kemitraan dengan komunitas ojek online (ojol). Sebanyak 70 pengemudi ojol mendapat layanan servis sepeda motor, penggantian oli mesin, vitamin, hingga pemeriksaan kesehatan, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi, yakni Taman Kota (Tamkot) Kuningan dan Mapolres Kuningan. Polisi tidak hanya […]

  • Kembali ke Panggung Politik, Ariesandi Tegaskan Dukungan Penuh untuk Supriyanto–Suryansyah di PSU Pesawaran

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA — Mantan Bupati Pesawaran, Aries Sandi Darma Putra (Ariesandi DP), resmi menyatakan dukungan politiknya kepada pasangan calon nomor urut 01, Supriyanto–Suryansyah Rhalieb, dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Pesawaran 2025. Sikap ini menjadi sinyal kuat kembalinya sosok berpengaruh ini ke gelanggang politik lokal setelah sempat terhenti karena diskualifikasi di Pilkada 2024. Dalam […]

  • Hunian Nyaman untuk Abdi Negara: ASABRI Dukung Pembangunan 100 Ribu Rumah Bersubsidi

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Jakarta, INC MEDIA – Kesejahteraan para abdi negara semakin diperhatikan! PT ASABRI (Persero) kini hadir dengan solusi nyata untuk meningkatkan kualitas hidup anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polri. Melalui program pembangunan rumah bersubsidi, ribuan personel kepolisian berkesempatan memiliki hunian layak dengan harga terjangkau. Program ini tak hanya […]

  • Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU Wonosobo Disorot Publik, Warga Desak Aparat dan Pertamina Bertindak

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Keluhan Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi Memicu Perhatian Publik Wonosobo, Tanggamus, INC MEDIA – Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi menjadi sorotan masyarakat setelah beredar unggahan di media sosial yang memperlihatkan aktivitas pengisian bahan bakar menggunakan jeriken di sebuah SPBU yang disebut berada di Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Informasi tersebut memicu berbagai tanggapan dari masyarakat yang mendesak […]

  • Omped Visual Tebar Kepedulian di Idul Adha 1447 H, Serahkan Sapi Kurban Terbesar ke Mushola

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesawaran, incmedia.site — Omped Visual berkurban menjadi salah satu perhatian masyarakat pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Tradisi kurban yang sarat nilai keikhlasan dan kepedulian sosial itu kembali mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Perayaan Idul Adha tidak hanya menjadi bentuk keteladanan atas ketaatan […]

  • Kenaikan Pangkat Irjen Pol Adi Vivid, Dukungan Keluarga Besar Polres Cirebon Kota

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    CIREBON, INC MEDIA – Kenaikan pangkat Irjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar dari Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) disambut dengan penuh rasa hormat oleh keluarga besar Polres Cirebon Kota. Bagi jajaran kepolisian, kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan pada seragam. Di balik pangkat yang semakin tinggi, terdapat amanah, […]

expand_less