Bandar Lampung, INC MEDIA — Tanah Longsor Bandar Lampung terjadi setelah hujan deras mengguyur kota sejak Minggu malam hingga Senin pagi (23/2/2026), mengakibatkan sebuah rumah warga di kawasan padat penduduk rusak akibat terjangan material tanah dari tebing belakang rumah.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 06.05 WIB di Jalan Pangeran Emir M. Noer, RT 05 LK 02, Gang Laksana, Kampung Sinar Laban, Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Teluk Betung Selatan. Longsoran tanah menghantam dinding samping rumah milik Zajuli (38), tepat di bagian yang berbatasan langsung dengan kamar tidur depan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp15 juta.
Tanah Longsor Bandar Lampung Picu Respons Cepat Aparat
Ketua RT setempat, Iyus, segera melaporkan kejadian itu kepada aparat kewilayahan. Mendapat informasi tersebut, Babinsa Kelurahan Sumur Putri dari Koramil 410-02/TBS, Sertu Toto Susilo, langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi warga.
BACA JUGA: Rabat Beton TMMD ke-127 Percepat Akses Desa, TNI dan Warga Bangun Harapan di Tanjung Rejo
Langkah cepat aparat ini mencerminkan sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana di tingkat kelurahan. Kehadiran Babinsa di lokasi tidak hanya untuk meninjau, tetapi juga mengoordinasikan langkah darurat bersama pemerintah setempat.
Sertu Toto Susilo kemudian berkoordinasi dengan Lurah Sumur Putri, Arief Yanuar, guna merumuskan penanganan cepat. Koordinasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan aksi gotong royong yang melibatkan berbagai unsur.
Sinergi Lintas Sektoral Tangani Tanah Longsor Bandar Lampung
Sejumlah pejabat daerah hadir langsung memimpin penanganan di lapangan. Di antaranya Camat Teluk Betung Selatan Wahyudi, S.H., Sekcam Budi Yamin, M.M., Lurah Sumur Putri Arief Yanuar, M.M., Kabid BPBD Kota Bandar Lampung Gustriansyah, serta Kalak BPBD Kota Bandar Lampung Idham.
Personel gabungan dari BPBD Kota Bandar Lampung, Linmas, serta puluhan warga sekitar bahu-membahu membersihkan material longsor. Mereka mengangkat tanah dan puing yang menimbun bagian rumah korban agar kerusakan tidak semakin meluas.
Pantauan di lokasi menunjukkan situasi berjalan aman dan kondusif. Proses pembersihan dilakukan secara manual dengan peralatan sederhana, mengingat akses gang yang relatif sempit.
Di sela kegiatan, Sertu Toto Susilo menegaskan komitmen aparat kewilayahan dalam mendampingi masyarakat.
“Ini adalah musibah bagi warga binaan kami. Sudah menjadi tugas kami untuk hadir, membantu, dan memastikan warga tidak sendirian menghadapi kesulitan. Alhamdulillah, berkat kerjasama yang solid dengan Pak Lurah, BPBD, dan semangat gotong royong warga, pembersihan berjalan lancar,” ujarnya.
Upaya Pencegahan dan Antisipasi Longsor Susulan
Pembersihan ditargetkan rampung dalam satu hari agar korban dapat segera kembali beraktivitas normal. Selain itu, aparat dan BPBD juga mengingatkan warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan yang masih berpotensi tinggi.
Pemerintah setempat mengimbau warga yang tinggal di bantaran tebing atau lereng untuk memeriksa kondisi struktur tanah di sekitar rumah. Langkah preventif ini penting guna mencegah risiko longsor susulan, terutama di musim penghujan.
Peristiwa Tanah Longsor Bandar Lampung ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan solidaritas sosial tetap menjadi kunci utama menghadapi bencana alam. Respons cepat aparat dan gotong royong warga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi di tingkat lokal mampu meminimalkan dampak musibah.| Red
TAG:
tanah longsor, Bandar Lampung, BPBD Bandar Lampung, Teluk Betung Selatan, Sumur Putri, Babinsa, bencana alam, hujan deras











