Breaking News

Tubaba: Warisan Budaya Melimpah, Tapi Belum Jadi Sumber Ekonomi Warga

  • account_circle Haris Efendi
  • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
  • print Cetak

Tulang Bawang Barat, INC MEDIA — dikenal dengan filosofi yang dalam, arsitektur megah bernuansa lokal, dan lanskap budaya yang kental. Sayangnya, di balik itu semua, ada pertanyaan yang mulai menggema: sudahkah budaya dan pariwisata lokal benar-benar memberi nafkah?

Foto Dok. Haris efendi : Agen PPOB murah, mudah dan Aman, Download INC Pay di Google Play Store Anda

Kita punya Komplek Uluan Nughik, Masjid Baitus Shobur, Tugu Rato Nago Besanding, hingga pementasan Wayang dan Silek sebagai simbol warisan leluhur. Kita punya Pepadun dan Saibatin, dua wajah budaya Lampung yang hidup berdampingan di tanah ini. Kita punya sastra lisan, kuliner khas, dan ritus-ritus adat yang kaya makna. Namun semuanya belum menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi masyarakat tulang Bawang Barat (Tubaba).

Kekuatan Budaya, Ketimpangan Realita Tbaba  bisa dibilang salah satu kabupaten yang “berani tampil beda” dari awal berdirinya. Estetikanya dibangun dari narasi budaya. Tapi apakah narasi itu sudah menjadi ekonomi?

Faktanya, belum banyak pelaku seni dan budaya lokal yang hidup dari aktivitas kebudayaan. Perajin lokal, pelaku tari, musisi tradisi, bahkan pemandu wisata kultural masih berjalan sendiri-sendiri tanpa ekosistem yang mapan. Wisatawan datang hanya sesekali. Produk lokal hanya dinikmati dalam event formal.

Dok. Foto istimewa: Monumen Megou Pak, atau Monumen Empat Marga, adalah sebuah  bangunan ornamen relief.  di kabupaten Tulang Bawang Barat.

Lebih parah, generasi muda mulai asing dengan budaya sendiri, karena tidak melihat budaya sebagai sesuatu yang hidup, apalagi menjanjikan secara ekonomi. Akibatnya, warisan ini bisa saja berhenti di generasi kita.

Pariwisata: Potensi Besar yang Masih Tidur

Tubaba sesungguhnya punya modal luar biasa untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya dan spiritual. Konsep “kabupaten reflektif” sudah menjadi branding, tapi perlu lebih dari sekadar estetika – perlu strategi penghidupan masyarakat melalui pariwisata.

Pariwisata harus melibatkan warga.

Pengelolaan tempat wisata berbasis komunitas, pelatihan UMKM lokal, dan dukungan pemasaran digital adalah kunci. Homestay, kuliner, kerajinan, dan pertunjukan budaya bisa menjadi sumber penghasilan bila dikelola bersama, bukan hanya saat festival tahunan semata.

Dok. Foto istimewa: Tugu Rato Nago Besanding yang menjadi ikon destinasi wisata yang berada di Kelurahan Panaraganjaya, Tubaba.

Saatnya Transformasi: Budaya sebagai Ekonomi

Jika pemerintah serius, maka Tubaba bisa menjadi role model kabupaten budaya berbasis ekonomi rakyat. Di sinilah peran penting kolaborasi: antara dinas pariwisata, pelaku budaya, sekolah-sekolah, dan generasi muda.

Sudah waktunya membuat peta jalan pengembangan ekonomi budaya, bukan hanya mempercantik bangunan. Sudah saatnya melibatkan seniman lokal sebagai penggerak ekonomi, bukan hanya pelengkap acara. Dan yang paling penting: sudah saatnya warga sendiri merasa memiliki dan diuntungkan dari kekayaan budaya yang mereka miliki.

Tubaba punya harta yang besar, tapi belum jadi penghidupan. Jika kita bisa mengubah cara pandang – dari sekadar melestarikan menjadi menghidupkan, dari sekadar mengenang menjadi menggerakkan, maka budaya bukan hanya milik masa lalu, tetapi kunci masa depan.

Oleh : WeHa
Penulis: q-koko
Editor: Haris 

 

  • Penulis: Haris Efendi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 18 Tewas dalam Tragedi Bus ALS di Jalinsum Muratara, Sorotan Tajam Mengarah ke BPJN

    18 Tewas dalam Tragedi Bus ALS di Jalinsum Muratara, Sorotan Tajam Mengarah ke BPJN

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sumsel, INC MEDIA — Tragedi maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5/2026) siang, tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga memunculkan sorotan serius terhadap kondisi jalan nasional yang diduga menjadi faktor pemicu kecelakaan. Kecelakaan yang melibatkan bus ALS […]

  • Bawaslu Pesawaran Kebut Tuntaskan Laporan Kasus Pelanggaran Camat Tak Netral 

    Bawaslu Pesawaran Kebut Tuntaskan Laporan Kasus Pelanggaran Camat Tak Netral 

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA — Viral di beberapa pemberitaan seorang camat di pesawaran diduga Melakukan Pelanggaran. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran Lampung telah menerima laporan resmi terkait dugaan pelanggaran oleh oknum camat di wilayah Negeri Katon yang tidak netral pada Pilkada serentak 2024. Sempat diamankan dan dilakukan proses pemeriksaan di kantor Bawaslu Pesawaran, mengenai prosesnya […]

  • Mulan Jameela Soal Lagu “Bayar Bayar Bayar”: “Itu Kebebasan Berekspresi!

    Mulan Jameela Soal Lagu “Bayar Bayar Bayar”: “Itu Kebebasan Berekspresi!

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Jakarta (incmedia.site) — Penyanyi sekaligus anggota DPR RI, Mulan Jameela, ikut angkat bicara soal polemik lagu “Bayar Bayar Bayar” milik band Sukatani yang sempat dilarang peredarannya. Sebelumnya, lagu tersebut menuai kontroversi karena liriknya yang berisi kritik terhadap kepolisian. Para personel band Sukatani bahkan harus meminta maaf secara terbuka di hadapan publik, yang justru memancing reaksi […]

  • Krisis Air Pulau Pisang, BBWS Mesuji Sekampung Perbaiki Pipa Bawah Laut 11 Km

    Krisis Air Pulau Pisang, BBWS Mesuji Sekampung Perbaiki Pipa Bawah Laut 11 Km

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Krisis Air Pulau Pisang Lumpuhkan Suplai Air Bersih Pesisir Barat, INC MEDIA — Krisis Air Pulau Pisang sempat melumpuhkan distribusi air bersih bagi sekitar 1.800 jiwa di enam pekon di Pulau Pisang, Kabupaten . Gangguan itu terjadi akibat terputusnya jaringan pipa bawah laut yang menjadi tulang punggung suplai air baku dari daratan Sumatera ke wilayah […]

  • Mediasi Deadlock, Masyarakat Desa Sukajaya Akan Tutup Aktivitas PT. SBB

    Mediasi Deadlock, Masyarakat Desa Sukajaya Akan Tutup Aktivitas PT. SBB

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, INC MEDIA — Warga masyarakat Desa Sukajaya Akan melayangkan surat penutupan akses masuk PT.SBB. dampak tidak puas nya jawaban yang di sampaikan perwakilan perusahaan yang bergerak di penambangan batu andesit. Mediasi kedua tuai jalan buntu masyarakat Sukajaya akan blokade pintu masuk PT.SBB (Sumber batu berkah) hingga tutup operasional perusahaan dan mencabut izin lingkungan […]

  • Korupsi Dana Bumakam Di Tulang Bawang, Dua Pria Ini Ditangkap Polda Lampung 

    Korupsi Dana Bumakam Di Tulang Bawang, Dua Pria Ini Ditangkap Polda Lampung 

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2024
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC Media, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung menahan dua tersangka kasus korupsi pengelolaan dana Badan Usaha Milik Antar Kampung (BUMAKAM) di Kabupaten Tulang Bawang. Kedua tersangka berinisal ES (50) dan TA (50) selaku Direktur serta Komisaris PT. Tulang Bawang Maju Bersama. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadilah Astutik membenarkan […]

expand_less