Lampung Selatan, INC Media, Suasana religius dan penuh semangat kebersamaan mewarnai peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 H sekaligus Harlah NU ke-102 yang diselenggarakan oleh Ranting NU Desa Fajar Baru pada Selasa malam (28/1/2025). Bertempat di Gedung KBNU, Jl. Walet, Kecamatan Jati Agung, acara ini menjadi ajang refleksi spiritual serta penguatan peran NU di tengah masyarakat.

Acara yang mengangkat tema “Menggali Hikmah Isra’ Mi’raj Meneguhkan Keimanan dan Ketaqwaan” ini menghadirkan penceramah kondang KH. Suparman Abdul Karim serta dihadiri oleh tokoh NU, perangkat desa, dan masyarakat setempat.
- NU Bersatu, Masyarakat Kuat
Ketua Panitia, Joko, menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari tradisi pengajian rutin KBNU yang digelar setiap malam Rabu. Namun, kali ini lebih spesial karena bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj dan Harlah NU.
” Malam ini, seluruh keluarga besar dan jamaah NU di Fajar Baru berkumpul. Semua terlibat aktif, baik secara moril, material, maupun semangat, demi kesuksesan acara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Fajar Baru, M. Agus Budiantoro, mengapresiasi inisiatif NU dalam menyelenggarakan pengajian ini sebagai upaya memperkuat keimanan dan kebersamaan warga.
” NU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi juga mitra strategis dalam membangun desa. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan semakin membawa manfaat,” katanya.
- NU di Usia 102 Tahun : Lebih Maju dan Berdaya
Wakil Khatib PCNU Lampung Selatan, Kiyai Sahal, ditanya wartawan kesimpulan dari acara, pihaknya menjelaskan mengenai pentingnya shalat sebagai pilar utama dalam kehidupan umat Islam.
“Jika shalat ditegakkan, agama akan kuat. Sebaliknya, jika ditinggalkan, agama pun runtuh. Oleh karena itu, kita harus menjaga dan menegakkan shalat,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa NU di usia 102 tahun harus semakin modern, adaptif, dan berperan aktif dalam kehidupan sosial serta keagamaan.
” NU harus terus maju dengan manajemen organisasi yang baik, agar semakin relevan dan mampu bersaing dengan organisasi besar lainnya seperti Muhammadiyah,” ungkapnya.
- Ranting NU Fajar Baru : Dari Nol Menjadi Kuat
Ketua Ranting NU Fajar Baru, Supriyanto, mengungkapkan bahwa perjuangan membangun eksistensi NU di tingkat ranting tidaklah mudah.
” Dulu, bendera NU belum berkibar di Fajar Baru. Namun, kini, berkat perjuangan bersama, NU semakin kuat dengan berbagai tradisi seperti manaqiban, tahlilan, dan yasinan,” jelasnya.
Dia menambahkan menjelang Pelantikan MWCNU Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan yang akan di laksanakan pada (02/02/2025), NU juga akan berkomitmen untuk menggali potensi masyarakat, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan program unggulan yang sejalan dengan semangat Isra’ Mi’raj
” Kami ingin NU semakin berdaya guna bagi umat, dengan memperkuat solidaritas dan menghadirkan program-program nyata,” tambahnya.
- MWC NU Jati Agung Siap Perkuat Sinergi
Ketua MWC NU Jati Agung, Kiyai Masduki, turut mengapresiasi kekompakan antara pengurus MWC dan ranting NU yang membuat acara ini sukses.
” Sinergi dengan masyarakat adalah kunci keberhasilan. Alhamdulillah, MWC dan ranting NU Fajar Baru terus kompak,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai program NU Jati Agung ke depan, ia menegaskan bahwa perencanaan strategis akan diumumkan setelah 2 Februari 2025, dengan tetap melanjutkan program yang sudah berjalan baik.
- Isra’ Mi’raj sebagai Momentum Kebangkitan NU
Acara ini menjadi bukti bahwa NU di Desa Fajar Baru semakin solid dan berperan dalam kehidupan sosial-keagamaan. Diharapkan, semangat peringatan Isra’ Mi’raj dan Harlah NU ke-102 dapat membawa kebangkitan NU yang lebih besar, lebih kuat, dan semakin bermanfaat bagi umat. (Arif)












