Lampung Selatan, INC MEDIA – Komandan Pos Koramil (Danposramil ) Jati Agung Koramil 421-09/TJB Peltu Lukman, menghadiri kegiatan Dialog Lintas Sektor yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Jati Agung, Kamis (10/4/2025). Acara ini merupakan bagian dari sosialisasi Standard Operating Procedure (SOP) Pencegahan dan Penanganan Konflik Sosial yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Jati Agung.

Foto Dok. INC MEDIA: Download INC PAY di google play untuk kemudahan transaksi Anda

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam, termasuk Camat Jati Agung Firdaus Adam, Kapolsek Jati Agung Iptu Rudy, serta narasumber dari ahli hukum James Reinaldo Rumpia, SH., MA, dan perwakilan Kesbangpol Kabupaten, Muhadi SH, MH. Selain itu, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perwakilan pemuda juga turut ambil bagian.

Dalam keterangannya, Peltu Lukman mewakili Danramil 421-09/TJB Kapten Inf Tarekat mengatakan pihaknya menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi antar sektor dalam membangun ketahanan sosial masyarakat.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami siap mendukung penuh langkah preventif yang diinisiasi lintas sektor. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah,” ujarnya.

BACA JUGA : Kolaborasi Lintas Sektor di Jati Agung: Wujud Nyata Kesiapsiagaan Hadapi Konflik Sosial

Lebih lanjut, Serma Lukman juga menekankan pentingnya komunikasi yang aktif antar unsur TNI, Polri, dan masyarakat.

“Melalui dialog seperti ini, kita bisa saling menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi. Deteksi dini dan penanganan cepat adalah kunci agar konflik tidak berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Firdaus Adam menekankan bahwa keberagaman masyarakat di Jati Agung menuntut kerja sama dan kesadaran bersama untuk menjaga keharmonisan. Senada dengan hal itu, Kapolsek Iptu Rudy juga menyoroti pentingnya sinergi dan deteksi dini dalam menjaga persatuan dan ketertiban.

BACA JUGA : Disiplin ASN Usai Lebaran Diuji, Masyarakat Menanti Sanksi Tegas Bukan Sekadar Wacana

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan dan membangun kesadaran kolektif di tengah potensi konflik sosial yang dapat terjadi kapan saja. Sosialisasi SOP ini diharapkan mampu menjadi panduan bagi seluruh elemen masyarakat dalam merespons dan menangani konflik secara cepat dan tepat.

(Hrs)