Bandar Lampung, INC MEDIA — Seorang warga Bandar Lampung bernama Sadam Husen (34) melaporkan dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum penyidik inisial AIPTU S kepada Propam Polda Lampung. Laporan tersebut telah diterima dan tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) dengan nomor SPSP2/31/III/2025/Subbagyanduan. Polda Lampung pada 10 Maret 2025.

Berdasarkan informasi dalam laporan, peristiwa ini terjadi saat pelapor menghadiri undangan klarifikasi di Unit Harda Satreskrim Polresta Bandar Lampung. Saat itu, terjadi ketegangan di antara pelapor dan penyidik, yang berujung pada dugaan tindakan pencekikan terhadap Sadam Husen oleh AIPTU S
BACA JUGA : Cegah Lonjakan Harga, Polres Pesawaran dan Pemda Lakukan Inspeksi Stok Pangan di Pasar Kedondong
Insiden ini disaksikan oleh beberapa saksi di lokasi, termasuk Yuli Setyowati, S.H., serta Caesar Kurniawan Saputra, S.H., M.H. yang berada di ruang klarifikasi. Pelapor merasa terancam dan mengalami rasa sakit di leher setelah kejadian tersebut.
Sadam Husen kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Bidang Propam Polda Lampung, dengan harapan adanya proses hukum yang transparan dan tindakan tegas terhadap oknum penyidik yang diduga melakukan pelanggaran.
“Saya sudah buat laporan ke propam Dan krimum mas,” ucap Sadam kepada INC media, pada Rabu (12/3/2025).
Sebelum melakukan pelaporan korban telah dilakukan visum di RS Airan Raya untuk mengetahui penyebab cedera sekaligus Mendukung proses penegakan hukum.

BACA JUGA : Kapolres Metro Bersama Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan Bagikan Takjil untuk Masyarakat
Kasus ini kini menjadi sorotan publik, mengingat kejadian dugaan kekerasan ini terjadi diduga dilakukan oleh aparat penegak hukum. Masyarakat berharap Polda Lampung segera mengambil langkah tegas untuk memastikan integritas dan profesionalisme dalam penegakan hukum.
“Saya berharap mendapatkan keadilan dari Polda Lampung, apalagi kehadiran saya ke Mapolresta itu untuk membongkar dan memberikan keterangan terkait adanya dugaan mafia tanah yang terjadi didaerah Kelurahan Gotong royong,” ucap Sadam.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.
(Red)












