Pesawaran (INC Media) — Selama lebih dari dua dekade, Bupati terpilih Kabupaten Pesawaran, H. Aries Sandi Darma Putra, telah menjadikan kegiatan donor darah sebagai bagian penting dari rutinitas hidupnya. Tindakan mulia ini tidak hanya menjadi cerminan komitmen pribadi, tetapi juga sebagai wujud nyata dari kepeduliannya terhadap sesama.
Mulai dari tahun 2004, Aries Sandi telah rutin melakukan donor darah setiap dua bulan sekali, dengan tujuan utama untuk membantu ketersediaan darah yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat. Kali ini, ia kembali mendonorkan darahnya di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PMI Lampung,Pada Selasa (28/1/25),
“Donor darah adalah langkah nyata untuk mendukung kepentingan sosial dan kemanusiaan, serta menjaga pasokan darah yang sangat diperlukan oleh masyarakat,” ujar Aries Sandi setelah melakukan aksi kemanusiaannya.
BACA JUGA : Adies Kadir Ajak Kader Golkar Lampung Jaga Kondusifitas Menjelang Musda
Aries Sandi menekankan bahwa ketersediaan darah yang cukup sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa. Dengan donor darah yang rutin, ia berharap stok darah di bank darah selalu terjamin, memastikan kebutuhan masyarakat bisa tercukupi tanpa hambatan.
Selain memberi manfaat bagi orang lain, donor darah juga memberikan keuntungan kesehatan bagi pendonor itu sendiri. Secara medis, tindakan ini bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental, memberi dampak positif baik dalam jangka pendek maupun panjang.
“Ini adalah kegiatan yang tidak hanya bermanfaat untuk orang lain, tapi juga bagi saya pribadi. Saya percaya, setiap tetes darah yang didonorkan bisa menyelamatkan hidup seseorang,” tambahnya.
BACA JUGA : PCNU Pringsewu Gelar Konfercab Ke-4, KH Hambali Terpilih Sebagai Rais Syuriyah
Dengan keseriusannya dalam menjalankan aksi sosial ini, Aries Sandi terus menjadi teladan bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama. Ia berharap semakin banyak individu yang tergerak untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah, agar kebutuhan darah yang sangat vital ini dapat terpenuhi dengan baik.
Kegiatan sosial ini juga menunjukkan bahwa pemimpin daerah tak hanya fokus pada pemerintahan, tetapi juga memiliki kepedulian mendalam terhadap isu kemanusiaan. (Febri)














