Lampung Selatan, INC MEDIA — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil Lamsel) menggelar ajang kreatif bertajuk Dukcapil Lamsel Award 2025, sebuah kompetisi konten video inovatif pelayanan administrasi kependudukan di tingkat desa.

Kompetisi ini bukan sekadar lomba biasa. Melibatkan seluruh pemerintah desa, ajang ini mewajibkan peserta memproduksi dan menayangkan video inovasi pelayanan kependudukan di media sosial populer seperti Facebook, Instagram, dan TikTok. Tujuannya? Mendorong keterbukaan informasi, edukasi publik, dan peningkatan kualitas pelayanan melalui kanal digital yang dekat dengan masyarakat.
BACA JUGA : Kunjungan Bersejarah: Raja Abdullah II Kemudikan Sendiri Mobil untuk Presiden Prabowo
Kepala Disdukcapil Lamsel, Edi Firnandi, menuturkan bahwa lomba ini merupakan tindak lanjut dari gagasan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang ingin melihat desa-desa lebih adaptif terhadap pemanfaatan teknologi dan media sosial.
“Ada tiga kategori penghargaan, yaitu Award Emas, Perak, dan Perunggu. Pemenang akan mendapatkan piagam, piala, serta uang pembinaan dengan nilai bervariasi,” jelas Edi pada Senin, 14 April 2025.
BACA JUGA : Syafrudin Tancap Gas! Pekon Napal Bangun Infrastruktur dan Pemberdayaan Warga Secara Merata
Penilaian video dilakukan berdasarkan beberapa aspek penting, seperti:
• Judul inovasi yang singkat dan jelas
• Durasi video antara 5–7 menit
• Telah ditayangkan di TikTok, Instagram, atau Facebook
• Respons dan jumlah penonton di media sosial
Dukcapil Lamsel Award 2025 ini juga menjadi bagian dari gerakan “Inovasi Tiada Henti”, yang diinisiasi Disdukcapil Lamsel untuk meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya melalui program Pak Kades (Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kantor Desa).
“Inilah cara kami mengajak desa-desa untuk unjuk gigi, memperlihatkan kreativitas mereka dalam membangun layanan publik yang efisien, informatif, dan berbasis digital,” pungkas Edi Firnandi.**













