Lampung Tengah, INC MEDIA – Aksi kemarahan warga memuncak di Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah. Rumah Kepala Kampung setempat dibakar massa setelah insiden berdarah yang menewaskan seorang warga kritis berinisial SY pada Sabtu pagi (17/5/2025).

Foto Dok. Haris Efendi : Agen PPOB murah, mudah dan Aman, Download INC Pay di Google Play Store Anda

Peristiwa ini diduga dipicu oleh kematian SY dalam duel maut di Pasar Bandar Agung. Ia tewas setelah dit*suk senjata tajam oleh AS (41), yang disebut-sebut sebagai kerabat dari Kepala Kampung yang tengah diperiksa karena dugaan penyelewengan bantuan sosial (bansos).

Sebelumnya, SY sempat menjadi sorotan di media sosial karena mengungkap ketidakberesan dalam penyaluran bansos. Dalam video viral, ia mengatakan:

“Saya tidak terima tanda tangan saya dipalsukan, tidak terima bansos saya diambil, beras saya dijual. Saya membela kebenaran,” tegas Suryadi.

BACA JUGAKembali ke Panggung Politik, Ariesandi Tegaskan Dukungan Penuh untuk Supriyanto–Suryansyah di PSU Pesawaran

Ketidakpuasan warga atas kasus bansos yang diduga belum ditindak tegas oleh pihak berwenang, ditambah kematian SY yang dikenal vokal, memicu amarah besar. Hanya beberapa saat setelah kabar meninggalnya SY menyebar, massa berdatangan dan membakar rumah Kepala Kampung Gunung Agung yang berinisial SKR.

Kapolsek Terusan Nunyai, Iptu Daniel Hamidi, membenarkan insiden pembakaran tersebut.

“Benar adanya peristiwa pembakaran itu, saat ini masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Diketahui, saat kejadian, rumah tersebut masih dihuni oleh keluarga Kepala Kampung.

“Anak dan istri beserta keluarga lainnya sudah kami evakuasi dan mereka selamat,” tambah Daniel.

BACA JUGAPutri Zulkifli Hasan Ajak Warga Lampung Selatan Hayati Empat Pilar Kebangsaan dengan Semangat Gotong Royong

Massa yang awalnya berjumlah puluhan, terus berdatangan hingga mencapai ratusan bahkan ribuan orang, termasuk warga dari desa tetangga. Polisi pun menurunkan ratusan personel untuk mengendalikan situasi dan mencegah kerusuhan lanjutan.

Dok.foto INC MEDIA: kondisi rumah pasca amuk massa

Informasi dari warga menyebutkan bahwa di belakang rumah Kepala Kampung tersebut terdapat gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan BBM dari SPBU. Api yang membakar rumah juga menyambar beberapa kendaraan dan puluhan jeriken BBM di lokasi itu.

“Memang sudah lama tempat itu jadi gudang BBM dari SPBU. Semua warga tahu, tapi belum pernah tersentuh hukum,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

Situasi kini telah mereda, namun aparat kepolisian masih bersiaga di lokasi kejadian untuk menjaga ketertiban serta mendorong mediasi antarpihak yang berseteru.**