Pringsewu (INC Media) — Adanya aturan kewajiban untuk mengemban pendidikan di lembaga pendidikan formal (sekolah) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengembangkan pengetahuan dan juga kemampuan seorang anak supaya dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Lembaga pendidikan formal seperti sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta, memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memberikan pendidikan formal yang terorganisir dan juga pendidikan karakter sebagai pedoman dalam hidup bermasyarakat nantinya. 

Foto Dok INC Media : Agen PPOB murah, mudah dan Aman, Download INC Pay di Google Play Store Anda

Untuk dapat memaksimalkan peran sekolah bagi pendidikan seorang anak, maka pihak pemerintah dan pihak sekolah harus dapat menumbuhkan rasa semangat belajar para siswanya, baik dari segi kurikulum maupun sarana dan prasarananya. Salah satu upaya pemerintah dalam menumbuhkan semangat belajar siswa adalah dengan menyediakan fasilitas yang memadai untuk proses belajar mengajar di sekolah. Selain itu, fasilitas yang memadai juga tidak hanya memudahkan dan menguntungkan siswa, tetapi juga memudahkan para guru dalam menyampaikan materi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sa’ian, S.pd  Kepala Sekolah (Kepsek) UPT SD Negri Satu Fajar Baru, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu. Pihaknya Menyampaikan dalam mendukung kegiatan anak belajar diperlukannya sarana prasarana. Saat ini untuk sarana dan prasarana yang ada di tempatnya sudah hampir Delapan Puluh Persen artinya belum 100 %.

BACA JUGA : Tentukan Penerima BLT Desa 2025, Pemdes Jatimulyo Gelar Musyawarah Desa Khusus

Namun, Kekurangan fasilitas belajar ini tidak membuat dirinya diam, justru hal tersebut semakin membuat dirinya semangat dalam memberikan arahan kepada dewan guru, staff-staff dan siswa-siswinya, agar lebih maksimalkan lagi dalam memanfaatkan fasilitas yang ada, dan berharap agar pemerintah setempat khususnya dinas pendidikan lebih memperhatikan sekolahannya dan memenuhi setiap usulan yang diajukan khususnya di bidang sarana-prasarana.

“Kami sudah mengajukan untuk pembangunan Laboratorium (Lab), dikarenakan mengingat belum memiliki fasilitas ini yang bertujuan untuk menunjang anak dalam belajar, sayapun sangat menyayangkan sampai sekarang belum memiliki Ruang Guru,”jelasnya.

Masih kata Sa’ian, saat ini  sekolahnya masih kekurangan fasilitas toilet karna sekolah tersebut hanya mempunyai dua toilet yang digunakan oleh para guru dan juga para siswa secara bergantian.

” Kamipun merasa kesulitan dalam mengakses toilet dikarenakan toilet yang kami miliki hanya dua itupun untuk dewan guru sedangkan untuk siswa-siswi belum ada, jadi kami secara bergantian memakai toilet, dan kondisi sarana prasarana gedung ya masih 70 %,” ucap Sa’ian kepada media ini saat berkunjung di ruang kerjanya di beberapa waktu lalu. 

Selain itu ia menjelaskan, sekolahnya memiliki 5 (lima) tenaga guru honorer yang salah satunya sebagai operator sekolah, ” Alhamdulillah lima guru honorer ini sudah lulus PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja_Red) hanya tinggal satu belum masuk Dapodik namun sudah lulus Pra’PPG (Program Pendidikan Dan Pelatihan_red),” jelasnya.

Dilain sisi, Adi yang mempunyai peranan dibidang Kesiswaan menyampaikan bahwa sekolahnya sudah memaksimalkan tugas-tugasnya yaitu, Melaksanakan koordinasi dan membina keamanan, kesehatan, kebersihan, keindahan, dan kekeluargaan warga sekolahnya. Melaksanakan pemilihan calon siswa yang teladan dan calon siswa yang berprestasi guna penerimaan beasiswa. Melaksanakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah, hal itu dilakukan agar tercipta pribadi yang baik disetiap peserta didiknya.

“Jika terjadi Perselisihan kita akan memanggil siswa-siswi setelah itu kita memanggil orang tua untuk melakukan penyelesaian dan kami juga bekerja sama dengan Aparatur Pekon, bhabinkamtibmas dan Babinsa, untuk menerapkan Fungsi TPPK (Tim Penanggulangan Dan Pencegahan Kekerasan_red) dalam upaya mencegah terjadinya tindakan kekerasan yang dilakukan siswa-siswi kami di sekolah, mengingat kami memiliki Delapan Puluh Sembilan siswa-siswi, iya berharap agar tidak terjadi kekerasan, dan menciptakan keadaan aman dan nyaman bagi siswa-siswi kami,” Tutupnya. (Doni)