Bandar Lampung (INC Media) — Musim penghujan Enam kabupaten/kota di Provinsi Lampung terdampak banjir pada Jumat (17/1/2025). Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, enam kabupaten kota itu adalah Lampung Tengah dengan 2 titik banjir, Lampung Timur 6 titik banjir, Pesawaran 2 titik banjir, Lampung Selatan 4 titik banjir, Pesisir Barat 2 titik banjir, dan kota Bandarlampung menjadi banjir terparah.
Foto Dok INC Media : Agen PPOB termurah INC Pay, Download di Google Play Store Anda
Khususnya kota Bandarlampung yang saat ini tentunya sangat menjadi sorotan, hal tersebut diungkapkan oleh Sekda DPD Grib Jaya Provinsi Lampung, Herman, ia menilai bahwa dengan bukti kejadian tersebut mencerminkan buruknya pengelolaan lingkungan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung sehingga masyarakat yang terkena dampak banjir sangat menderita.
Ia juga menyebut Salah satu dampak yang membuat banjir tentunya adanya kurang perhatian terhadap tata kelola ruang terbuka hijau, daerah resapan air, sistem drainase, serta pengelolaan sungai dan yang sangat penting sampah.
“Kurangnya ruang terbuka hijau dan buruknya sistem drainase membuat Kota Bandar Lampung rentan terhadap banjir. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penanganan lingkungan masih sangat lemah dan kurangnya perhatian dari Pemkot Bandar lampung,”ucap Herman.
BACA JUGA : Kepengurusan Marcab LMP Pesawaran Resmi Terbentuk
Menurutnya banjir bukanlah fenomena yang tak terhindarkan, melainkan konsekuensi dari kebijakan pembangunan yang tidak berkelanjutan. Herman mengingatkan bahwa kebijakan lingkungan yang hanya bersifat reaktif dan sementara seperti kalau terjadi kebanjiran baru akan ada rencana pembenahan atau pun ada bantuan dari pemkot itu tidak cukup untuk mengatasi masalah ini.
“Dan masalah banjir ini bukan sekadar memberikan bantuan atau tanggapan setelah bencana. Ini adalah masalah struktural yang memerlukan langkah strategis dari Pemkot Bandar Lampung agar kedepanya bagai mana agar terjadinya banjir di saat ini itu tidak akan terjadi lagi di masa depan,” tegasnya.
Pihaknya berharap kepada Walikota bandar Lampung terpilih Eva Dwiana agar kiranya kedepan pemerintah dapat lebih perhatikan hal tersebut.
“Tetapi kalau tidak ada tata kelola lingkungan tidak dibenahi, masyarakat kelas menengah ke bawah akan terus menjadi korban bencana banjir. Dan itu akan terus menerus terjadi bila musim hujan turun,” Ujar Herman.
Lanjut Herman, “harapan saya untuk kedepan nya saya berharap pemerintah mampu menyusun kebijakan di lingkungan yang untuk pencegahan yang akan datang, bukan hanya penanganan pasca-bencana dan itu cuma sementara waktu kejadian banjir. Yang jelas langkah-langkah yang di perbuat dari pemerintah kota Bandar Lampung tentunya untuk mengurangi resiko banjir dan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
BACA JUGA : Kapolda Lampung Pimpin Sertijab Pejabat Utama Polda Lampung
Herman juga menyampaikan Kutipan dan ucapan walikota waktu sebelum pemilihan walikota Bandar Lampung saat Debat publik antar calon walikota. “nanti kalau saya jadi walikota akan saya ambil solusinya gimana caranya supaya nanti tidak banjir lagi, nanti kalinya (sungai_red) akan kita pengkolkan kemudian talut akan kita perbesar, bronjong akan kita lakukan, karna jalan – jalan di bandar Lampung itu sudah bagus,” Yang jelas ini saatnya membuktikan karna apa yang tentunya di harapkan oleh masyarakat yang terkena dampak banjir saat inilah setelah terpilih kembali walikota Bandar Lampung, akan terlaksana nya ucapan walikota Bandar Lampung (Eva Dwiana) bahwa kota Bandar Lampung tidak akan ada lagi banjir-banjir yang seperti sekarang ini terjadi, “tutupnya.
(Febri)














