Pringsewu, INC MEDIA — Pemerintah Pekon Pasir Ukir, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk tahun anggaran 2025. Namun, jumlah penerima bantuan tahun ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan oleh Abdul Halim, Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Pekon Pasir Ukir, saat ditemui wartawan pada Selasa, 10 Juni 2025, di ruang kerjanya.
“Pada tahun 2025 ini, hanya ada 12 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdata menerima BLT DD. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya tergolong dalam kategori miskin ekstrem. Oleh karena itu, data mereka menjadi prioritas untuk dimasukkan sebagai penerima bantuan,” jelas Halim.
BACA JUGA : Lampung Timur Siap Resmikan Mal Pelayanan Publik, Langkah Nyata Transformasi Layanan
Ia menambahkan bahwa kriteria penerima BLT DD tahun ini lebih selektif dan difokuskan pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Kami utamakan mereka yang masuk dalam kategori miskin ekstrem, seperti yang tidak memiliki hunian, tidak memiliki pekerjaan tetap, atau orang tua tunggal yang kesulitan mencukupi kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk makan pun sulit,” paparnya.
Lebih lanjut, Halim mengungkapkan bahwa dibandingkan tahun 2024 yang menyalurkan bantuan kepada 20 KPM, jumlah tahun ini menurun menjadi hanya 12 KPM.
“Penyaluran BLT tahun ini dilakukan dalam dua tahap triwulan. Triwulan pertama mencakup bulan Januari, Februari, dan Maret. Sedangkan triwulan kedua meliputi April, Mei, dan Juni. Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan, sehingga total bantuan selama enam bulan mencapai Rp1.800.000 dan disalurkan sekaligus pada bulan Juni,” terang Halim.
BACA JUGA : Polda Lampung Siap Kawal Suksesnya WSL Krui Pro 2025, 302 Peselancar Dunia Ramaikan Pesisir Barat
Di akhir wawancara, Halim mewakili Pemerintah Pekon Pasir Ukir berharap agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima.
“Kami berharap dana ini benar-benar membantu meringankan beban hidup masyarakat. Selain itu, mari bersama-sama mengubah pola pikir untuk bisa bangkit dari kemiskinan demi masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
(Doni)













