Pesawaran, INC Media — Terkait proyek Rehabilitasi gedung Kantor induk Museum ketransmigrasian Lampung, Ketua Organisasi Masyarakat (ormas) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Pemuda Demokrasi Indonesia (BPDI) Kabupaten Pesawaran, Febriyansah minta Dinas Perumahan,Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (Perkim) Provinsi Lampung Turun ke kelokasi melakukan Pengawasan yang efektif terhadap proyek pemerintah untuk memastikan bahwa dana publik digunakan secara efisien dan hasil yang diharapkan oleh masyarakat tercapai.

Hal ini dikatakan nya saat di konfirmasi di kantor sekretariat BPDI Pesawaran, Desa Suka Banjar Kecamatan Gedong Tataan, senin, (25/11/2024)
Menurutnya, proyek yang menelan pagu anggaran Rp. 1.859.200.000 melalui dana APBD provinsi Lampung tahun anggaran 2024 sangat lah besar, sehingga dugaan terjadinya kecurangan dalam pekerjaan bisa saja terjadi.
BACA JUGA : Pengerjaan proyek Rehabilitasi gedung Kantor induk Museum ketransmigrasian di duga mark up
“Kami ormas BPDI Pesawaran, minta dinas Perkim Provinsi Lampung turun dan periksa pekerjaan rehabilitasi Museum yang ada di Desa Bagelen Kecamatan Gedong tataan,” ujarnya.
“Ini anggaran rehabilitasi Museum nilainya gak main-main ini, hampir 2 milyar rupiah. terkait informasi yang kami dapat di bawah, kami menduga pihak rekanan mengurangi volume pekerjaan,” sambungnya.
Selain minta Dinas Perkim Provinsi Lampung turun ke lokasi proyek, ia juga mengecam atas pernyataan yang di sampaikan oleh penanggung jawab proyek atas nama Jhoni saat dikonfirmasi. Menurutnya, pernyataan Jhoni yang seolah-olah bersyukur bahwa kabupaten Pesawaran susah untuk maju sangatlah menyinggung terutama bagi penduduk asli pesawaran.
“Apa yang di sampaikan bapak Jhoni selaku penanggung jawab proyek ya, yang katanya, ‘Alhamdulillah Pesawaran susah untuk maju’. Itu maksudnya apa, Sebagai Masyarakat Pesawaran tentu kami mengancam tindakan itu, karena yang berbicara bukan orang Pesawaran,”kecamnya.
Pihaknya juga sangat menyayangkan dengan apa yang disampaikan oleh Jhoni selaku penanggung jawab proyek terkait pembangunan tersebut, bukanlah urusannya selaku penanggung jawab dilapangan.
“Sebenarnya hal itu tidak perlu di ucapkan oleh bapak Jhoni, kalo dia orang Pesawaran kami terima, dia ini kan Orang kota Bumi dan mencari rejeki di sini (Pesawaran-red),”Ungkap nya.
Untuk itu sebagai Masyarakat Pesawaran Febriyansah meminta kepada Jhoni selaku Penanggung jawab proyek meminta maaf kepada masyarakat Pesawaran dan tidak mengulangi kata-kata yang menyinggung Masyarakat Pesawaran.
“Kami meminta bapak Jhoni tidak mengulangi nya lagi. Kalo setiap proyek pemerintah tidak di kontrol baik dari masyarakat, wartawan atau LSM, ya bisa-bisa Mark’up,dengan cara apa? Yang paling mudah dengan mengurangi volume perkejaan,”ujarnya
BACA JUGA : KPU Batalkan Diskualifikasi Paslon Petahana Wahdi Siradjuddin-Qomaru Zaman
“Sekali lagi sebagai Masyarakat Pesawaran kami meminta dinas Perkim Provinsi Lampung segera turun dan periksa proyek Rehabilitasi gedung museum. Jika ini tidak di indahkan maka kami akan laporkan ke Aparat penegak hukum,” tegasnya.















