Lampung Utara, INC MEDIA – Momen bahagia sebuah hajatan keluarga di Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Kotabumi Selatan, berubah menjadi malapetaka. Ratusan warga yang menghadiri acara tersebut mengalami gejala keracunan massal, mulai dari mual, muntah, diare, hingga pingsan.

Foto Dok. Haris Efendi : Agen PPOB murah, mudah dan Aman, Download INC Pay di Google Play Store Anda

Hingga Sabtu (24/5/2025), total 296 orang telah menjadi korban. Kondisi ini membuat petugas medis kewalahan menangani lonjakan pasien yang terus berdatangan.

Rinciannya, sebanyak:

• 26 korban dirawat di RSUD Handayani

• 24 korban di RS Ryacudu

• 12 korban di RS CMC

• 7 korban di RS Maria Regina

•227 korban lainnya ditangani di posko darurat

BACA JUGA : Mulai 5 Juni 2025, Pemerintah Gulirkan Bantuan Pangan untuk Jaga Daya Beli Masyarakat

Polres Lampung Utara bergerak cepat membentuk tim gabungan. Satreskrim kini tengah menyelidiki sumber bahan makanan yang disajikan dalam hajatan yang digelar beberapa hari lalu. Hingga saat ini, 10 orang saksi telah dimintai keterangan, termasuk pemilik acara, juru masak, pengantar makanan, dan penjual bahan baku.

“Kami sedang mendalami asal bahan makanan. Proses penyelidikan masih berlangsung,” ujar AKP Budiarto, Kasi Humas Polres Lampung Utara, mewakili Kapolres AKBP Deddy Kurniawan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Lampung Utara sudah mengambil sampel makanan untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Hasil uji ini akan menjadi bukti kunci dalam mengungkap penyebab utama insiden keracunan massal tersebut.

“Kami menunggu hasil lab dan terus mengumpulkan data serta bukti tambahan di lapangan,” tambah Budiarto.

BACA JUGA : LAPOR PAK BUPATI! Anak SMP Hampir Gagal Ujian Gara-Gara Rp131 Ribu, Mimpi Anak Bangsa Tergadai Uang Seragam

Peristiwa ini menyita perhatian publik. Banyak pihak mendesak agar penyelidikan dilakukan secara transparan. Apakah insiden ini murni kelalaian atau ada unsur kesengajaan, menjadi pertanyaan besar yang harus segera terjawab.

Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum jelas sumbernya.

“Kami akan terus memberikan update secara berkala,” tegas AKP Budiarto.

Tragedi ini juga kembali menyoroti pentingnya standar keamanan pangan dalam setiap kegiatan masyarakat.**