Krisis Air Pulau Pisang Lumpuhkan Suplai Air Bersih
Pesisir Barat, INC MEDIA — Krisis Air Pulau Pisang sempat melumpuhkan distribusi air bersih bagi sekitar 1.800 jiwa di enam pekon di Pulau Pisang, Kabupaten . Gangguan itu terjadi akibat terputusnya jaringan pipa bawah laut yang menjadi tulang punggung suplai air baku dari daratan Sumatera ke wilayah kepulauan tersebut.
Tim Operasi dan Pemeliharaan (OP-2) dari bergerak cepat begitu menerima laporan kerusakan. Infrastruktur yang terdampak bukan sekadar pipa biasa, melainkan jaringan vital sepanjang kurang lebih 11 kilometer yang selama ini menopang kebutuhan air bersih masyarakat Pulau Pisang.
Tanpa pasokan dari jaringan tersebut, aktivitas rumah tangga, layanan kesehatan, hingga kegiatan produktif warga terancam terganggu.
Perbaikan Pipa Bawah Laut 11 Kilometer
Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan (PPK OP), MF. Yuniar, memimpin langsung proses perbaikan. Ia mengoordinasikan tim teknis bersama personel selam dari Jakarta, termasuk unsur Pasukan Katak TNI-AL, untuk memastikan penyambungan pipa di bawah laut dilakukan secara presisi.

Dalam rilisnya, BBWS menyampaikan bahwa perbaikan jaringan jalur pipa bawah laut tersebut merupakan langkah krusial karena pipa itu adalah satu-satunya jaringan yang mensuplai air baku atau air bersih bagi warga Pulau Pisang.
“Perbaikan jaringan jalur pipa bawah laut ini sangat krusial karena pipa tersebut adalah jaringan yang mensuplai air baku atau air bersih untuk kebutuhan warga di Pulau Pisang, dengan panjang kurang lebih 11 kilometer,” ujar MF. Yuniar.
BACA JUGA: Realitas Pembangunan Kota Metro: Antara Janji Kampanye dan Fakta Lapangan
Selama empat hari, tim bekerja melakukan identifikasi titik kerusakan, pengangkatan bagian pipa yang terputus, hingga penyambungan ulang. Setelah uji coba teknis dilakukan, aliran air dinyatakan kembali normal.
Respons Cepat dan Manfaat bagi Warga
Kecepatan respons menjadi kunci dalam menangani Krisis Air Pulau Pisang. Dalam konteks wilayah kepulauan, keterlambatan perbaikan bisa memicu krisis sosial dan kesehatan yang lebih luas. Air bersih merupakan kebutuhan dasar sekaligus fondasi kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat melalui perwakilan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyampaikan apresiasi atas langkah sigap BBWS Mesuji Sekampung. Pemerintah daerah menilai koordinasi lintas instansi tersebut berhasil mencegah dampak berkepanjangan.
Selain memulihkan distribusi air, perbaikan ini memperkuat ketahanan infrastruktur sumber daya air di wilayah pesisir. Jaringan sepanjang 11 kilometer itu kini kembali berfungsi sebagai penghubung vital antara sumber air di daratan dan masyarakat Pulau Pisang.
Komitmen Menjaga Aset Negara
BBWS Mesuji Sekampung juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga infrastruktur publik.
“Keterlibatan masyarakat serta menjaga aset negara yang dibangun pemerintah untuk kepentingan publik dan kesejahteraan warga menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata Yuniar.
BACA JUGA: Ormas PETIR Kota Metro Desak Proses Hukum Debt Collector Tegas
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada tahap konstruksi. Pemeliharaan dan pengawasan menjadi bagian integral dari tata kelola sumber daya air yang berkelanjutan.
Dengan pulihnya jaringan pipa bawah laut, Krisis Air Pulau Pisang kini teratasi. Distribusi air kembali mengalir, dan denyut kehidupan masyarakat kepulauan itu pun kembali normal. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ketahanan infrastruktur air adalah syarat mutlak bagi stabilitas sosial dan pembangunan daerah.| Red
TAG:
BBWS Mesuji Sekampung, Pulau Pisang, Pesisir Barat, krisis air, Lampung, infrastruktur air, pipa bawah laut, MF Yuniar











