Pesawaran, INC MEDIA – Sebuah rumah di pesisir pantai tepatnya di Dusun Pemindangan, Desa Kampung Baru, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, kini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Rumah yang terbuat dari kayu itu sudah miring dan nyaris roboh, mengancam keselamatan penghuninya yang hidup dalam keterbatasan.

Foto Dok INC Media : Agen PPOB murah, mudah dan Aman, Download INC Pay di Google Play Store Anda

Saat tim media meninjau lokasi, terlihat dengan jelas betapa rumah tersebut tidak lagi layak huni. Dinding kayu yang lapuk, atap yang bocor, serta tiang penyangga yang rapuh membuat bangunan ini berisiko ambruk kapan saja. Setiap hujan turun atau angin bertiup kencang, penghuni rumah harus berjaga dengan rasa was-was, khawatir rumah yang mereka tinggali runtuh seketika.

“Setiap malam kami tidak bisa tidur nyenyak. Kami takut rumah ini tiba-tiba roboh. Tapi kami tak punya pilihan lain karena belum mampu untuk memperbaikinya,” ujar salah satu penghuni rumah dengan nada lirih, matanya menerawang penuh harap akan bantuan.

BACA JUGA : Kepala Cabang Bulog Lampung Selatan Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Penyelewengan Keuangan

Tak hanya penghuni rumah, warga sekitar juga merasa cemas. Mereka khawatir bencana bisa terjadi kapan saja jika kondisi ini terus dibiarkan.

“Kami sangat takut kalau rumah ini benar-benar roboh dan memakan korban jiwa. Kami berharap ada dermawan atau program sosial yang bisa membantu renovasi rumah ini,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat setempat pun berharap agar pemerintah Kabupaten Pesawaran segera turun tangan. Mereka meminta adanya peninjauan dan bantuan agar keluarga yang tinggal di rumah tersebut bisa hidup dengan lebih layak dan aman.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa lebih peka dan segera memberikan solusi. Warga berhak mendapatkan tempat tinggal yang aman,” kata salah satu perangkat desa Punduh Pidada.

BACA JUGA : Kurnain Soroti Kinerja Notaris dan BPN: Kenapa Proses Balik Nama Tanah Bisa Berlarut-larut?

Di sisi lain, Pembina sekaligus Penasehat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Peduli Hukum (LPH) Provinsi Lampung, H. Heri Farukh, turut menyampaikan keprihatinannya.

“Kami sudah dua kali turun ke lokasi atas permintaan warga dan kepala dusun untuk menginvestigasi kondisi rumah ini. Sayangnya, sampai saat ini belum ada tindakan nyata,” ujarnya dalam rekaman suara yang dikirim ke redaksi, Selasa (24/3/2025)

Dok. Foto INC Media: H. Heri Farukh Pembina sekaligus Penasehat LPH provinsi Lampung

Heri Farukh mengaku telah berusaha menghubungi pemerintah desa setempat untuk berdiskusi mengenai solusi, namun upaya tersebut mengalami kendala.

“Kami ingin koordinasi dengan kepala desa, tetapi sulit sekali menemui beliau. Bahkan, kami sudah dua kali menyampaikan hal ini kepada Bupati Pesawaran, namun belum ada tindakan konkret,” tambahnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun kabupaten terkait langkah yang akan diambil untuk menangani kondisi rumah yang mengancam keselamatan penghuninya ini. Warga pun hanya bisa berharap, sebelum musibah benar-benar terjadi, ada pihak yang tergerak untuk membantu.

(Redaksi)