Pringsewu (INC Media) — Masyarakat Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, tengah dihebohkan dengan dugaan keterlibatan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.353.150 dalam praktik penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kepada mafia pengepul. Dugaan ini mencuat setelah banyaknya keluhan dari konsumen yang kesulitan mendapatkan solar di SPBU tersebut, di tengah maraknya video yang beredar menunjukkan sebuah truk kuning mengisi BBM bersubsidi dengan cara yang mencurigakan.

 

BACA JUGATak Terima Usaha BBM Ilegalnya Dikonfirmasi Awak Media, Radan Kalungkan Sabit Ke Leher Wartawan

Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa petugas operator SPBU terpantau melakukan pengecoran BBM ke kendaraan yang diduga sudah dimodifikasi untuk menampung lebih banyak solar. Aktivitas ini diduga dilakukan dalam jumlah besar, mengarah pada indikasi adanya kongkalikong antara pengawas SPBU dengan mafia pengepul.

Beberapa warga yang mengisi BBM di SPBU itu merasa kecewa, karena sering kali kehabisan solar, meski telah menunggu dalam antrean panjang.

“Solar sering cepat habis, karena pengecoran dilakukan dari sore hari. Satu mobil bahkan mengisi hingga 10 menit, jelas tidak normal,” ujar salah satu konsumen.

Menurut sumber lain, harga solar yang ditawarkan oleh mafia pengepul sangat menggiurkan bagi oknum yang terlibat. Keadaan ini semakin diperburuk dengan ketidakteraturan dalam distribusi solar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan sektor yang membutuhkan subsidi.

BACA JUGA : Aries Sandi Dedikasikan Dua Dekade untuk Donor Darah, Jadi Teladan Kepedulian Sosial

Melihat fenomena ini dan mengacu pada yang  tercantum dalam Pasal 40 UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Jika terbukti terlibat dalam penyalahgunaan BBM bersubsidi, pelaku bisa dijatuhi hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun serta denda hingga Rp60 miliar.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera menindak tegas para pelaku dan mengusut tuntas praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi di SPBU tersebut demi menjaga keberlanjutan distribusi solar yang tepat sasaran. (Tim)