Pringsewu (INC Media) — Warga Pekon Way Kunir, Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu keluhkan tidak adanya mobil ambulans di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) atau Puskesmas Desa.
Akibat tidak tersedianya mobil ambulans tersebut, masyarakat kesulitan ketika ada pasien yang harus mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Salah satu warga menyebut, Adanya Ambulans Pekon sangat berperan penting bagi masyarakat di suatu Pekon, untuk sarana penunjang pelayanan kesehatan dan transportasi pasien dari Pekon menuju Fasilitas Kesehatan sesuai rujukan, baik dari Tingkat Pertama ataupun rujukan ke Tingkat Lanjutan.
BACA JUGA : Kemendes PDT RI akan surati kepala daerah soal dana Desa untuk Desa Digital
Warga juga mengeluhkan, betapa sulitnya masyarakat pekon jika tidak memiliki mobil ambulans dan terkait pengajuan mobil Ambulans Pekon untuk kepentingan Pekon pun sulit, kondisi ini membuat warga kewalahan ketika menghadapi masa genting yakni, untuk membawa masyarakat yang sakit ataupun masyarakat yang hendak melakukan persalinan.
” guna menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan, sudah Sejak dari jaman lurah (kades_red) Suparman sampai dengan lurah Sumono, saya sudah beberapa kali mengajukan baik pada saat Musyawarah Dusun (Musdus) ataupun secara langsung,” beber warga yang tak ingin disebut namanya kepada media ini, kamis (16/1/2025).
Lanjutnya, kondisi tersebut sangat ironis terlebih lagi pekon way Kunir terletak diujung Kecamatan dengan kondisi jalan yang buruk.
“Ironisnya kondisi Pekon ini terletak di ujung Pagelaran Utara dengan kondisi infrastruktur jalan kabupaten yang di berapa titik ruas tersebut sangat buruk kualitas jalannya, di pekon ini pun ada Puskesmas Desa (Puskesdes) namun belum memiliki Ambulans Pekon, dengan tidak adanya ambulans, dalam masa genting kami masyarakat saling membantu dengan kendaraan yang ada,”ucapnya.
Narasumber lain juga menuturkan bahwa ia pernah menanyakan langsung terkait dalam pengajuan Ambulans Pekon kepada pemerintah pekon namun justru pemerintah pekon terkesan lemah dalam memperjuangkan aspirasi masyarakatnya, padahal Upaya kepala desa (pekon) dalam mensejahterakan masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya mengalokasikan anggaran Dana Desa untuk pengadaan kendaraan tersebut.
BACA JUGA : DPD Tani Merdeka Tubaba Resmi dikukuhkan
“pihak Pemerintahan Pekon menyampaikan kepada saya, “bahwasanya susah dalam melakukan pengajuan Ambulans Pekon, “padahal masyarakat itu benar-benar membutuhkan karna mengingat jauh nya kami dalam mengakses tempat kesehatan,”ujarnya.
Ia menceritakan ” Pada saat saya berada di RSUD Pringsewu ada Pekon yang mempunyai Ambulans Pekon,”saya nanyalah kepada Kepala Pekon dan Sekertaris Pekon (Sekon) ditempat saya, gimana si kok orang lain punya ambulans Pekon kita kok gak ada? sedangkan masyarakat itu benar-benar membutuhkan, coba kalau ada yang sakit mendadak, ambulans sudah siaga.
Saat Narasumber di tanya oleh wartawan ini, terkait anggaran apakah Pemerintah Pekon pernah mengajukan penganggaran kepada Pemerintah? ia menjawab, kata pihak pekon ” Sudah di ajukan tapi susah,” jawab narasumber menirukan perkataan kepala pekon.
Masih kata Narasumber “mungkin gak cukupnya anggaran atau seperti apa saya gak tau,’ bebernya.
pada saat wartawan ini bertanya lagi, terkait kinerja kakon dalam artian, tidak memaksimalkan kinerjanya sebagai Kakon untuk pengajuan, narasumber ini meng “iya’kan pertanyaan tersebut.
“mungkin karna dia masih baru belum tahu jalurnya apa gimana, baru Dua tahun soalnya belum seperti kakon-kakon lainnya, saya berharap agar kedepannya pekon ada ambulans,” tutupnya.
Terkait informasi lebih lanjut, media ini akan mengkonfirmasi pihak-pihak terkait. (Doni)













