Jakarta, INC MEDIA – Media sosial tengah diramaikan oleh kisah seorang warga Jakarta, Rahmi Syofia, yang kehilangan sepeda kesayangannya saat diparkir di Stasiun MRT kawasan Jakarta Selatan. Cerita Rahmi menjadi viral setelah dirinya membagikan pengalaman tak biasa ketika melapor ke polisi—diminta menunjukkan kuitansi pembelian sepeda yang bahkan sudah lama hilang.

Foto Dok. INC MEDIA: Download INC PAY di google play untuk kemudahan transaksi Anda

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @lbj_jakarta, Rahmi menceritakan bahwa insiden bermula saat ia hendak pulang kerja dan mendapati sepedanya sudah tidak ada di tempat parkir. Ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas MRT, yang kemudian menyarankan untuk melihat rekaman CCTV. Namun, untuk mendapatkan rekaman resmi, Rahmi diminta terlebih dahulu melapor ke kepolisian.

BACA JUGA : Camat Palas Dipindah Jadi Guru: Strategi Bupati Egi Tingkatkan Kualitas Layanan Publik

Namun, proses pelaporan di kantor polisi justru membuat warganet geleng-geleng kepala. Penyidik meminta Rahmi menunjukkan bukti kepemilikan berupa kuitansi pembelian sepeda. Karena kuitansi aslinya sudah tidak ada, Rahmi pun terpaksa membuat kuitansi baru lengkap dengan materai di sebuah ruko. Aksi ini terekam dalam video dan langsung menuai reaksi netizen.

“Jadi dulu gua beli sepeda dengan harga Rp 3.300.000,” ujar Rahmi sambil menulis kuitansi di video tersebut.

Menanggapi viralnya kasus ini, Kapolsek Setiabudi Kompol Firman menjelaskan bahwa kuitansi tersebut dibutuhkan sebagai bukti di persidangan. Menurutnya, tanpa dokumen yang jelas, kepemilikan barang sulit dibuktikan.

“Kuitansi itu nanti dibutuhkan saat persidangan untuk membuktikan apakah benar barang itu milik pelapor. Kalau nggak ada bukti, bisa saja orang lain mengaku-ngaku,” ujarnya, Rabu (16/4/2025).

Firman juga menegaskan bahwa prosedur ini penting agar kasus kehilangan bisa diproses secara hukum dan tidak terjadi klaim palsu.

BACA JUGA : Terseret Skandal Korupsi, Bendahara P2KB Tubaba Resmi Jadi Tersangka

Kisah ini pun menuai pro dan kontra. Banyak netizen yang merasa simpati terhadap Rahmi, sementara yang lain mempertanyakan sistem pelaporan kehilangan barang yang dirasa cukup merepotkan korban.**