Tanggamus, INC MEDIA – Warga Pekon Taman Sari, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, semakin resah dengan kondisi jalan utama yang rusak parah. Jalan tanah merah yang menjadi urat nadi aktivitas warga ini berubah menjadi jebakan lumpur saat hujan turun, membuat akses transportasi nyaris lumpuh dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kerusakan paling parah terjadi di Dusun Lima, yang menghubungkan Dusun Empat dan Dusun Enam. Hingga kini, meskipun keluhan terus disampaikan, Pemerintah Daerah (Pemda) Tanggamus melalui Dinas PUPR belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Jalan Vital, Tapi Tak Tersentuh Perbaikan
Kepala Pekon Taman Sari, Syahri, dalam perbincangan dengan INC MEDIA pada Jumat (21/3/2025), mengungkapkan keprihatinannya.
“Jalan ini adalah jalur utama bagi warga kami untuk bekerja, bersekolah, dan mengangkut hasil pertanian serta peternakan ke pasar. Tapi kondisinya semakin buruk. Saat hujan, jalan berubah menjadi licin dan berlumpur, bahkan kendaraan sulit melintas,” ujar Syahri.
BACA JUGA : Pelita Ramadan: LSM Peduli Hukum Lampung Selatan Santuni Anak Yatim dengan Cinta dan Kepedulian
Bukan hanya kendaraan, warga yang berjalan kaki pun sering terpeleset. Anak-anak sekolah harus ekstra hati-hati, sementara petani kesulitan mengangkut hasil panen mereka. Kondisi ini semakin diperburuk karena selama bertahun-tahun belum ada perbaikan dari pemerintah.
Warga Resah, Keselamatan Terancam
Syahri juga mengungkapkan bahwa banyak warga terus mempertanyakan kapan jalan ini akan diperbaiki. Namun, pihak pekon hanya bisa menjelaskan bahwa kewenangan ada di tangan Pemda, meskipun desakan dari masyarakat semakin kuat.
“Kami sering ditanya warga, kenapa jalan ini tidak kunjung diperbaiki. Kami sudah berupaya menyampaikan aspirasi, tetapi hingga kini belum ada tindakan nyata. Warga sudah lelah menunggu,” tambahnya.
BACA JUGA: Kurnain Soroti Kinerja Notaris dan BPN: Kenapa Proses Balik Nama Tanah Bisa Berlarut-larut?
Kondisi jalan yang semakin parah ini tak hanya berdampak pada ekonomi warga, tetapi juga membahayakan nyawa mereka. Saat hujan deras, jalan menjadi licin bak kubangan lumpur, rawan kecelakaan bagi pengendara motor dan kendaraan angkut. Ibu hamil, anak-anak sekolah, hingga pasien yang butuh akses cepat ke layanan kesehatan pun harus menghadapi risiko besar setiap melintasi jalan tersebut.
Harapan Besar di Tahun 2025
Syahri dan warga Taman Sari berharap tahun 2025 menjadi titik awal perubahan. Mereka mendesak Pemda Tanggamus untuk segera turun tangan sebelum kondisi semakin memburuk dan menimbulkan korban.
“Kami tidak meminta fasilitas mewah, hanya jalan yang layak agar aktivitas kami tidak terganggu dan keselamatan warga tetap terjaga. Semoga ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah,” pungkasnya.
(Doni)












